Nasi Goreng Yangzhou

Nasi goreng Yangzhou (atau mungkin lebih dikenal dengan nama Nasi Goreng Yangchow), konon berasal dari “nasi emas pecah” yang disukai oleh Adipati negara Yue, Yang Su, di dinasti Sui. Saat kaisar Yang dari dinasti Sui mengunjungi Jiangdu (sekarang Yangzhou), ia memperkenalkan nasi goreng telur ke Yangzhou. Akhirnya melalui inovasi tak henti-henti oleh para ahli memasak dari generasi ke generasi, masakan ini menjadi salah satu dari jenis masakan Huaiyang, dengan karakteristiknya “pemilihan bahan yang hati-hati, proses pembuatan yang teliti, dekorasi yang menawan, perhatian khusus pada warna, serta rasa yang otentik”. Dan kemudian berkembang menjadi salah satu masakan Huaiyang yang terkenal. Ketenaran nasi goreng Yangzhou tersebar ke seluruh dunia, dan menariknya banyak orang di luar Tiongkok yang tidak mengerti “Yangzhou” sebenarnya adalah nama kota, bukanlah nama teknik pembuatan nasi goreng ini.

Jenis nasi goreng Yangzhou juga beragam, seperti “perak bungkus emas”, “nasi goreng telur aneka sayur dan daging”.

“Perak bungkus emas” maksudnya adalah di atas nasi ada lapisan telur berwarna kuning emas. Cara pembuatannya adalah terlebih dulu memasukkan nasi ke dalam wajan dan ditumis, kemudian kocokan telur dibungkuskan di atas nasi tersebut. Melalui cara tumis seperti ini, lapisan luar nasi akan berwarna kuning emas, dan dalamnya berwarna putih.

Nasi goreng telur aneka sayur dan daging, merupakan jenis paling klasik dari nasi goreng Yangzhou. Bahannya beraneka ragam, seringkali terdiri dari telur ayam, haisom, daging ham, kacang polong, udang, daging babi, jamur, rebung, bawang cincang. Cara membuatnya, telur ditumis dulu, lalu ditambahkan bahan yang lain, kaldu serta garam, lalu diangkat. Setelah itu nasi ditumis. Nasi harus ditumis hingga masing-masing bulirnya jelas, tanpa noda. Terakhir bahan-bahan tadi dimasukkan separuh, ditumis bersama nasi. Lalu diambil dua pertiganya dituangkan ke atas piring. Sisa bahan-bahan ditumis bersama sisa nasi di dalam wajan, kemudian semua dituangkan di atas piring tadi. Dengan demikian, nasi goreng yang dihasilkan sangat cantik, di atasnya juga penuh dengan sayur dan lauk, benar-benar terlihat nikmat!

(Diterjemahkan dari Confucius Institute Online)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *